Osteoporosis Juga
Menghantui Para Remaja
Osteoporosis
Menurut Wikipedia, Osteoporosis dapat didefenisikan sebagai
penyakti tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah
disertai mikro arsitektur tulang dan penuruan kualitas ajringan tulang yang
akhirnya dapat menimbulkan kerapuhan tulang.
Osteoporosis pada
para remaja
Banyak orang yang tidak terlalu memiliki pemahaman terhadap
penyakit ini. Hal yang terlintas dibenak kebanyakan orang saat mendengar kata
‘osteoporosis’ adalah penyakit tulang yang diderita oleh banyak wanita usia
lanjut sebagai efek dari datangnya menopause dalam fase khidupan mereka.
Kenyataannya tidak seperti itu. Banyak hal yang kita harus
ketahui mengenai penyakit ini agar kita dapat menanggulanginya. memang
kebanyakan terjadi pada wanita paruh baya, namun bukan berarti kaum pria dan
wanita muda tidak berisiko terhadap osteoporosi.
Berdasarkan
penyebabnya, osteoporosis terbagi menjadi tiga macam yakni :
Osteoporosis
Postmenopousal, yakni terjadi akibat kekurangan hormon utama pada wanita
(estrogen). Biasanya terjadi pada wanita yang berusia 51-75tahun, bisa lebih
cepat atau bahkan lebih lambat. Namun tidak semua wanita berusia lanjut
memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosi postmenopousal ini.
Osteoporosis
senilis terjadi karena kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan
ketidakseimbangan di antara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang
yang baru. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut.
Penyakit ini biasanya terjadi pada usia di atas 70 tahun dan 2 kali lebih
sering menyerang wanita.
Osteoporosis
juvenil idiopatik merupakan jenis yang penyebabnya tidak diketahui. Hal ini
terjadi pada anak-anak dan dewasa muda .
Osteoporosis juvenile idiopatik merupakan yang mengancam
para remaja.
Tidak hanya remaja ataupun orang muda, anak-anak pun bahkan
berisiko terkena osteoporosi ini. Penyebabnya yang tidak diketahui terkadang
membuat orang sulit untuk mencegahnya. Namun secara umum hal yang dapat
dilakukan untuk meminimalisir risiko adalah dengan mengkonsumsi susu ataupun
makanan lain yang bermanfaat bagi kesehatan tulang sedari dini dan terus
menerus (kontinyu) Osteoporosis.
Nama : Wahyu Saputra
Kelas : XII TKJ 1/36

Tidak ada komentar:
Posting Komentar